Translate

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juni 2012

Bos Google Sanjung Tinggi Israel

Tel Aviv, Israel - Chairman Executive Google Eric Schmidt berkesempatan melawat ke Israel guna memenuhi undangan acara teknologi yang digelar di Tel Aviv. Di sana, Schmidt pun tak segan-segan mengumbar pujian.

Dalam acara tersebut mantan CEO Google ini mengatakan bahwa pusat pengembangan Google di Israel terus berkembang dan membuat perusahaannya bisa melakukan efisiensi. "Kami mencintai Israel," pujinya, yang langsung mendapatkan gemuruh tepuk tangan dari peserta.

Tidak hanya itu, selain memuji jejaring sosial Google+ sebagai revolusi high tech, Schmidt juga menyanjung Israel sebagai negara yang damai dan cocok sebagai negara untuk pusat pengembangan teknologi.

"Setelah melewati berbagai permasalahan panjang, Israel kini menjadi negara yang damai, mirip dengan Silicon Valley," tukasnya, seperti detikINET kutip dari The Next Web, Selasa (27/6/2012).

"Banyak negara maju yang ingin mengikuti jejak kesuksesan Silicon Valey. Israel adalah salah satu contoh negara yang sukses tersebut," tambahnya.

Schmidt juga memuji dinas militer yang membantu Israel menjadi lebih baik, terlatih dan terorganisir. Inilah yang akan membantu terciptanya cyber intelligence dan kemunculan startup baru di bidang teknologi keamanan Israel, ia menandaskan.

Hacker london 19 tahun berulah

London - Kelompok hacker LulzSec sempat bikin heboh tahun lalu dengan sejumlah serangan ke website milik institusi bergengsi. Salah satu biangnya adalah seorang remaja yang melancarkan serangan dari kamar tidurnya, Ryan Cleary.

Ryan yang melakukan aksinya kala dia berumur 19 tahun itu telah ditangkap dan saat ini menjalani proses pengadilan di Inggris. Ia mengaku melakukan serangan ke lembaga intelijen Amerika Serikat, CIA dan Pentagon dengan bantuan temannya yang bernama Jake Davis.

Selain Pentagon dan CIA, keduanya menyerbu sistem komputer NHS, News International, Sony, Nintendo, Arizona State Police, dan 20th Century Fox. Salah satu metodenya dengan DDoS di mana situs dihujani dengan trafik berlebihan.

Dikutip detikINET dari Telegraph, Rabu (26/6/2012), mereka dituding menggondol beberapa data penting. Proses pengadilan pun akan terus berlangsung. Semula, otoritas AS ingin mengektradisi Cleary, namun sekarang menyerahkannya ke pengadilan Inggris.

Penangkapan Ryan melibatkan kepolisian Inggris Scotland Yard dan Federal Bureau Investigation (FBI), lembaga intelijen Amerika Serikat. Jelas, Ryan adalah buronan yang dianggap cukup penting.

Bahkan, sebanyak sepuluh mobil polisi mendatangi rumah Ryan dan aparat menginterogasinya selama 5 jam. Kala itu, dia menghadapi kemungkinan diekstradisi ke Amerika Serikat dan diadili di sana.

Kepolisian memang meyakini Ryan adalah pemain penting di kelompok hacker LulzSec. Apalagi dalam kehidupan kesehariannya, Ryan dikenal penyendiri dan hampir selalu sibuk mengutak-atik komputer di kamarnya.

Rita, ibu Ryan, menyatakan anaknya mengalami attention deficit disorder dan sudah empat tahun tak meninggalkan rumah. Sehari-hari, dia menghabiskan waktu di komputer kamarnya yang memiliki dua monitor.

Senin, 25 Juni 2012

Injil Asli (BARNABAS) Mengakui Kenabian Muhammad SAW

Penemuan Injil kuno yang diyakini berusia 1500 tahun di Turki telah membuat heboh. Yang membuat gempar, Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa (Yesus) di bumi.

Sebagian orang memprediksi injil tersebut adalah Injil Barnabas. Menurut mailonline, injil yang tersimpan di Turki itu ditulis tangan dengan tinta emas menggunakan bahasa Aramik.


Inilah bahasa yang dipercayai digunakan Yesus sehari-hari. Dan di dalam injil ini dijelaskan ajaran asli Yesus serta prediksi kedatangan penerus kenabian setelah Yesus. Alkitab kuno ini sekarang di simpan di Museum Etnografi di Ankara, Turki.

Dalam Injil Barnabas memang diungkapkan tentang akan datangnya Rasul bernama Muhammad SAW, setelah Nabi Isa.

Berikut ini isi Injil Barnabas yang menyebut tentang Nabi Muhammad:

Bab 39 Barnabas: ''Terpujilah nama-Mu yang kudus, ya Allah Tuhan kita... Tiada Tuhan Selain Allah dan dan Muhammad adalah utusan-Nya''.

Masih pada bab 39 yang mengisahkan tentang Nabi Adam, nama Nabi Muhammad SAW juga disebut dalam dialog antara Nabi Adam dengan Tuhan. ''...Apa arti kata-kata, Muhammad utusan Allah, apakah ada manusia sebelum aku?''

Bab 41 Barnabas: "Atas perintah Allah, Mikael mengusir Adam dan Hawa dari surga, kemudian Adam keluar dan berbalik melihat tulisan pada pintu surga 'Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah...''

Bab 44 Barnabas: Pada bab ini Yesus atau Nabi Isa menyebut nama Nabi Muhammad. ''Oh, Muhammad Tuhan bersamamu...''

Bab 97: Yesus menjawab, "Nama Mesias sangat mengagumkan, karena Allah sendiri yang memberinya nama, ketika menciptakan jiwanya dan menempatkannya di dalam kemuliaan surgawi. Allah berkata: 'Tunggu Muhammad; karena kamu Aku akan menciptakan firdaus, dunia, dan banyak makhluk... Siapa pun yang memberkatimu akan diberkati, dan barangsiapa mengutukmuu akan dikutuk..''

Bab 112: Dalam bab ini Nabi Isa (Yesus) bercerita kepada Barnabas bahwa dirinya akan dibunuh. Namun, kata Nabi Isa, Allah aka membawanya naik dari bumi. Sedangkan orang yang dibunuh sebenarnya adalah seorang pengkhianat yang wajahnya diubah seperti Nabi Isa. Dan orang-orang akan percaya bahwa yang disalib itu adalah Nabi Isa. ''Tetapi Muhammad akan datang... Rasul Allah yang suci,'' kata Nabi Isa. Nama Nabi Muhammad juga disebut pada Bab 136, 163, dan 220.

Menurut Laman Al-Arabiya, meskipun spekulasi tentang kitab kuno yang diduga sebagai Injil Barnabas itu meramalkan kedatangan Islam, namun sejauh ini tidak ada bukti yang menegaskan hipotesis tersebut.

Walau Injil Barnabas "mengakui" kedatangan Islam dan Nabi Muhammad SAW, namun skeptisisme tetap muncul karena kontradiksinya dengan Alquran.

"Sebab, sebagian besar studi tentang kitab ini menyatakan Injil Barnabas hanya kembali ke 500 tahun yang lalu. Sementara, Alquran telah ada sejak 1400 tahun silam," demikian tulis Al-Arabiya, Senin (27/2) lalu.

Adanya kontradiksi inilah yang menjadi alasan utama mengapa para sarjana Arab mengabaikan terjemahan bahasa Arab Injil tersebut, yang diterbitkan 100 tahun lalu. Sebagaimana diulas secara rinci oleh penulis dan pemikir Mesir, Abbas Mahmoud Al-Akkad.

Dalam sebuah analisis yang ditulisnya pada 26 Oktober 1959 di surat kabar Al-Akhbar, Akkad mengatakan deskripsi neraka dalam Injil Barnabas didasarkan pada informasi yang relatif baru yang tidak tersedia pada saat di mana teks itu seharusnya ditulis. "Sejumlah deskripsi yang tertulis dalam Injil itu merupakan kutipan orang-orang Eropa dari sumber-sumber Arab," ungkapnya.

Seorang pendeta Protestan Ihsan Ozbek mengatakan Injil itu berasal dari abad ke-5 atau ke-6. Sementara Barnabas, yang merupakan pemeluk pertama Kristen hidup pada abad pertama.

Guna mengungkap kebenarannya, Injil tersebut perlu dianalisis. Profesor Omer Faruk menilai Injil kuno itu perlu ditelusuri lebih lanjut guna memastikan Injil itu dibuat oleh Barnabas atau pengikutnya. Dan bagaimana kelanjutannya?, kita lihat saja! Wa'llahu'alam..


Microsoft Luncurkan Penawaran Upgrade Windows 8 Pro

Windows 8 (Foto: Softpedia.com)

CALIFORNIA - Windows 8, sistem operasi generasi terbaru besutan Microsoft diharapkan akan meluncur secara komersial yang tersedia sekira Oktober tahun ini.

Untuk mempersiapkan hingga waktu peluncuran sistem operasi anyar tersebut, Microsoft meluncurkan penawaran upgrade Windows 8 Pro melalui pembelian Windows 7 di bulan-bulan mendatang.

Dilansir Softpedia, Minggu (3/6/2012), dengan adanya penawaran upgrade tersebut, maka semua pengguna yang membeli sistem operasi Windows 7 PC di bulan mendatang, berkesempatan untuk bisa melakukan peningkatan (upgrade) ke Windows 8 Pro dengan harga diskon.

Penawaran ini berlaku bagi semua pengguna yang memperoleh kualifikasi. Selama masa promosi pembelian Windows 7 PC antara 2 Juni 2012 hingga 31 Januari 2013, pengguna bisa mendapatkan Windows 8 Pro dengan banderol USD14,99.

Upgrade platform ini dapat dilangsungkan ketika Windows 8 telah tersedia secara umum. Microsoft mengatakan, ini adalah salah satu penawaran khusus yang berkaitan dengan Windows 8 yang telah ada di toko untuk pengguna.

Program ini dimulai mulai hari ini di 131 pasar di seluruh dunia, termasuk Kanada dan Amerika Serikat. Program ini juga berlaku untuk pengguna yang membeli PC baru yang telah diinstal dengan Windows 7 Home Basic, Home Premium, Professional atau Ultimate yang memiliki kecocokan serta valid dari OEM Certificate of Authenticity.

"Kami telah melihat minat yang besar dalam Windows 8, terutama mengingat ketersediaan Windows 8 Release Preview pekan ini. Kami juga mengetahui bahwa banyak konsumen yang menginginkan PC baru saat ini," ujar Chief Marketing Officer dan Chief Financial Officer Windows di Microsoft, Tami Reller. (fmh)

Kaspersky Luncurkan Parental Control Untuk Ios

Anti virus Kaspersky. TEMPO/Kink Kusuma Rein

TEMPO.CO , Jakarta - Berapa banyak orang tua yang menghiraukan apa yang anak-anak mereka lakukan dengan ponsel atau komputer tabletnya.

Menurut survei Harris Interactive, hanya 20 persen orang tua yang peduli apakah anak mereka mengakses atau mengunduh konten yang tidak sehat dari Internet.

Dari jumlah itu, 10 persen di antaranya memantau apa yang dilakukan anaknya di komputer dengan software Parental Control.

Ada pula orang tua yang memonitor kegiatan anak mereka pada komputer dan tablet dengan persentase masing-masing 9 dan 4 persen.

Temuan tersebut tentu mengkhawatirkan karena masih sedikitnya orang tua yang peduli dengan kegiatan anak mereka di dunia maya. Belum lagi anak-anak adalah kelompok umur yang sangat rentan terhadap akses Internet yang tidak sehat.

Untuk melindungi anak-anak dari konten Internet yang tidak sehat, Kaspersky Lab meluncurkan dua aplikasi mobile versi beta untuk mengontrol penggunaan aplikasi pada smartphone atau tablet mereka.

Kaspersky Parental Control tersedia untuk ponsel cerdas dan komputer tablet berbasis Android, dan akan menjadi produk pertama Kaspersky Lab yang bisa melindungi perangkat berbasis iOS seperti Apple iPhone dan iPad.

Kaspersky Parental Control versi beta menyediakan seperangkat alat yang mencegah anak-anak mengakses situs berbahaya, misalnya berkaitan dengan obat-obatan terlarang atau kekerasan, dan sebagainya.

Software ini juga dapat memberi izin atau tidak mengenai penggunaan suatu aplikasi yang diinstal di perangkat mereka.

Sementara Kaspersky Parental Control untuk perangkat berbasis iOS mencakup browser (SafeBrowser) yang bisa memblok konten berbahaya dan tidak sesuai dari sebuah situs.

Setelah menginstal Kaspersky Parental Control dari App Store, orang tua akan mendapatkan instruksi detail bagaimana pengaturan parental control dan pembatasan penggunaan aplikasi lain (termasuk web browser alternatif) menggunakan fitur standar iOS.

Jumat, 23 Maret 2012

Kedubes Pakistan Rayakan Hari Kemerdekaan

JAKARTA - Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta menggelar upacara peringatan hari kemerdekaan Pakistan ke-72.

Upacara peringatan kemerdekaan Pakistan ini diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran dan dilanjutkan dengan pengibaran bendera oleh Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Sanaullah.

Dalam pidatonya Duta Besar Sanaullah menyampaikan pesan dari Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani dan Presiden Pakistan  Asif Ali Zardari yang meminta agar seluruh rakyat Pakistan baik yang berada di dalam atau di luar negeri untuk bersatu mendukung pemerintah Pakistan. Jumat (23/3/2012).

Dubes Sanaullah mengatakan, Presiden Asif Ali Zardari dan PM Yousuf Raza Gilani meminta agar seluruh rakyat Pakistan baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri untuk bersatu mendukung persatuan bagi Pakistan dan tidak terpecah belah oleh berbagai persoalan yang ada.

Dalam pidatonya itu Dubes Sanaullah juga menyinggung terkait hubungan Pakistan-Indonesia yang dinilainya terus mengalami perkembangan yang positif.

Upacara peringatan kemerdekaan Pakistan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat diplomatik Pakistan serta komunitas masyarakat Pakistan yang berada di Indonesia.(AUL)

Chandro Tomar, Penembak Jitu Tertua di Dunia

 
 
UTTAR PRADESH - Chandro Tomar, perempuan berusia 78 tahun tampil sebagai seorang nenek yang berbeda dari nenek lainnya. Tomar diyakini menjadi penembak jitu perempuan tertua di dunia.

Tomar sudah memenangkan 25 kejuaraan menembak skala nasional di India, meski dirinya adalah seorang ibu dari enam anak dan nenek dari 15 cucu. Keunggulan Tomar dalam menembak juga membuatnya berhasil mengalahkan seorang pejabat kepolisian di India.

"Saya ingin melakukan suatu hal yang berguna dalam hidup saya, dan menunjukkan kemampuan saya di depan banyak orang. Saat saya menembakkan pistol pertama saya, saya terkekut dan saat ini, saya sudah menunjukkan banyak orang bahwa usia tidak menjadi halangan bagi setiap orang untuk melakukan hal apapun," ujar Tomar, seperti dikutip Daily Mail, Jumat (23/3/2012).

Hampir 10 tahun yang lalu, Tomar mengajak cucunya ke lapangan tembak yang terletak di Desa Johri, Uttar Pradesh. Tomar ingin mempelajari teknik menembak yang baru namun Tomar malu untuk pergi seorang diri ke lapangan tembak.

Perempuan berusia 78 itu langsung disambut oleh sekelompok penembak yang ada di lapangan tembak itu.

"Seorang pelatih melihat saya dan kagum atas kemampuan saya dalam hal membidik. Dia pun mengajak saya untuk kembali berlatih di lapangan tembak itu dan saya pun tertarik," imbuhnya.

Pelatih dari regu tembak tersebut, Farooq Pathan, mengatakan, dirinya cukup terkejut ketika melihat Tomar. Pathan menyebut Tomar sebagai seorang penembak dengan kemampuan yang tinggi, tangan yang sigap, dan memiliki penglihatan yang tajam.

Putri Tomar, Seema, juga merupakan seorang perempuan yang sempat mendapatkan medali Juara Dunia Menembak. Seema sanggup menembak dengan senapan serbu dan juga pistol.(AUL)

Pembantaian Warga Afghanistan Adalah Aksi Balas Dendam

KANDAHAR - Beberapa orang warga Afghanistan mengatakan, tindakan pasukan Amerika Serikat (AS) melakukan pembantaian terhadap 16 warga sipil di Provinsi Kandahar adalah tindakan balasan atas serangan bom yang menewaskan pasukan AS.

Para warga Afghanistan mengaku, dirinya melihat pasukan AS berkumpul dan berbaris di Desa Mokhoyan setelah insiden ledakan bom terjadi pada 7 dan 9 Maret lalu. Para pasukan AS itupun dikabarkan merencanakan serangan balasan ke warga Afghanistan. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Rabu (21/3/2012).

Warga Afghanistan di Desa Mokhoyan yakin peristiwa pembantaian itu adalah aksi balas dendam terhadap ledakan bom di Afghanistan. Salah seorang warga Afghanistan Naek Mohammad mengklaim, dirinya mendengar ledakan bom pada 8 Maret lalu.

Naek Mohammad mengatakan, salah seorang pasukan AS menuduh warga Afghanistan membela para militan dan pasukan AS itu langsung mengancamnya akan menghabisi anggota keluarganya. Hingga saat ini, tidak ada warga Afghanistan yang tahu, siapakah pasukan AS yang melontarkan ancaman tersebut.

Tersangka dari kasus pembantaian 16 orang warga Afghanistan Sersan Robert Bales kini berada di tahanan militer AS di Fort Leavenworth, Kansas. Pengacaranya mengatakan, bahwa Bales merupakan orang yang tertekan karena dirinya menyaksikan rekannya yang kehilangan kakinya akibat ledakan bom di Afghanistan.

Pengacara Bales juga tidak menyebutkan apakah peristiwa pengeboman yang menimpa rekan Bales adalah peristiwa pengeboman yang terjadi pada 7 dan 9 Maret lalu.

Bales meninggalkan basis militer AS yang terletak di Distrik Pajwal, Provinsi Kandahar pada 11 Maret lalu dan membantai warga sipil Afghanistan di Desa Balandi dan Alkozai. Peristiwa penembakan itu juga terbukti memperburuk hubungan AS dan Afghanistan.(AUL)

Minim Bukti, Prajurit AS Pembantai Warga Bisa Bebas

WASHINGTON - Insiden pembantaian terhadap 16 warga Afghanistan oleh seorang prajurit Amerika Serikat (AS), masih terus diselidiki. Pengacara dari pelaku mengatakan, tidak ada bukti yang menunjukan bahwa kliennya melakukan pembantaian.

"Tidak ada bukti forensik. Tidak ada juga bukti catatan kesehatan, dan tidak ada bukti tentang korban ataupun dimana mayat para korban," ujar John Henry Browne yang ditunjuk sebagai pengacara dari pelaku penembakan, Sersan Robert Bales seperti dikutip Modoracle.com, Rabu (21/3/2012).

Ditanya jika memang ada bukti kejahatan, Browne bersikeras hal tersebut tidak ada. "Jelas dari apa yang saya baca, amat minim bukti," tegasnya.

Sersan Bales saat ini masih ditahan di penjara militer Forth Leavenworth, Kansas. Dirinya masih terus menunggu dakwaan apa yang akan dijatuhkan kepadanya terkait insiden yang terjadi di Distrik Panjwayi, Provinsi Kandahar tersebut.

Selain itu, Bales juga mengaku lupa dengan aksi keji yang dilakukannya. Browne pun membenarkan pengakuan itu dengan mengatakan, Sersan Robert Bales hanya memiliki ingatan yang minim saat insiden pembantaian itu berlangsung 11 Maret lalu.

Sementara di tengah insiden penembakan yang dilakukan suaminya, Karilyn Bales menyatakan penyesalannya atas serangan yang terjadi. Dirinya pun menyatakan penyesalan atas keluarga korban penembakan, dirinya pun ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Militer AS bersikeras bahwa Bales melakukan aksi pembantaian 11 Maret lalu seorang diri, tetapi pihak Afghanistan tidak mempercayai hal tersebut.

Pihak Afghanistan sebenarnya menginginkan Sersan Bales untuk diadili dengan hukum Afghanistan.

Namun militer AS sudah terlanjur melarikannya kembali ke Amerika. Menteri Pertahanan AS Leon Panetta menyatakan, meski diadili jauh dari lokasi kejadian, Bales kemungkinan akan dijatuhi hukuman mati. 
(faj)

Pembantai Warga Afghanistan Didakwa

Foto : Pembantai warga Afghanistan Sersan Bales (Reuters)
WASHINGTON - Pasukan Amerika Serikat (AS) Sersan Robert Bales didakwa atas pembunuhan 17 warga Afghanistan yang berada di Provinsi Kandahar. Bales saat ini masih ditahan di penjara militer Fort Leavenworth, Kansas.

Pria berusia 38 tahun itu akhirnya didakwa atas kasus pembunuhan itu, pejabat AS juga mengatakan bahwa Bales akan mendapatkan dakwaan lain berupa percobaan pembunuhan. De,oloam seperti diberitakan Sky News, Jumat (23/3/2012).

Bales masih ditahan di sel isolasi di Fort Leavenworth, Kansas. Pengacaranya, Henry Browne tidak berkomentar lebih lanjut mengenai dakwaan yang dijatuhkan kepada Bales. Browne sebelumnya hanya mengatakan, tidak ada bukti yang ditunjukkan bahwa kliennya melakukan pembantaian.

"Tidak ada bukti forensik. Tidak ada juga bukti catatan kesehatan, dan tidak ada bukti tentang korban ataupun dimana mayat para korban," ujar Browne.

Pria yang sempat berdinas di Irak ini juga mengaku, dirinya lupa akan aksi keji yang dilakukannya kepada warga Afghanistan. Browne menambahkan, Sersan Robert Bales hanya memiliki ingatan yang minim saat insiden pembantaian itu berlangsung 11 Maret lalu.

Istri dari Bales, Karilyn pun mengutarakan penyesalannya atas peristiwa pembantaian di Afghanistan. Dirinya juga mengucapkan belasungkawa kepada para keluarga korban yang dibantai oleh Bales.(AUL)

Florida church building 100,000-square-foot Park for city

CAPE CORAL, Fla., (WordNews.org) March 15, 2012 –A church in Cape Coral, Florida, is responding to the city’s dire economic situation by shifting its focus from building a $15 million worship auditorium to building a 100,000-square-foot park. Cape Coral is among the top cities in the country for foreclosure and unemployment. Cape Christian Fellowship said after assessing how loss of jobs and homes was impacting families, the church decided to launch a non-traditional church campaign to build Fellowship Park. Open to the public, Fellowship Park will include the city’s first amphitheater, a splash pad, four children’s playgrounds, sports and multi-purpose fields, common areas, a zip line, a jogging trail, a pavilion and a café. It will be funded, built and maintained by the church. In addition, Cape Christian Fellowship is launching a community-wide campaign, “Not in My City,” providing comprehensive resources to families facing hunger, homelessness and poverty.
“We were alarmed to learn that 350 children are homeless in our city. Assessing the community’s needs was sobering and led us to turn our attention outside the walls of our church,” says Cape Christian Fellowship’s Lead Pastor Wes Furlong. “Even though we’ve outgrown our current facility, we have canceled our plans for a new worship center. Instead, we are building a park where families can gather, play or attend concerts and community events. We’re also providing resources to help families who’ve lost homes or jobs. We are a church that exists for our city.”
Cape Christian Fellowship is the largest Mennonite church in the country. It has doubled its attendance over the past five years and created more than 20 ministries for the city, including a mentoring program for young mothers and a state-approved character curriculum in public schools. It’s “Feeding Cape Coral,” program stocks food pantries with more than 25,000 items. In addition, the church is recruiting volunteers with the goal of logging one-million volunteer hours within public schools. Cape Christian Fellowship also plans to launch the Center for Family Life to create and multi-media resources for parents, married couples, and people with addictions and other life-controlling issues.

Christian business leaders gather at Kingdom Economic Summit

LOS ANGELES (Word News) March 21, 2012 – Christian market leaders are gather in Los Angeles this week to attend The Kingdom Economic Yearly Summit (K.E.Y.S.) which began March 21.
The event, held at the Los Angeles Airport Marriot, runs from through March 25. It is loosely patterned after the World Economic Forum in Davos, Switzerland. It  features 111 speakers, including wealth managers, financial advisers, experts in precious metal and commodity investments, a Fortune 100 corporate attorney, international business attorneys, a former NASA rocket scientist, senior executives at two major energy companies.
Other speakers include successful entrepreneurs, authors and leaders in film, entertainment and media.
The summit is designed to give Christian leaders a forum for discussion about solving global economic problems.
K.E.Y.S. allows a networking of…kingdom-minded people. It…offers many opportunities that I can’t even put into words,” said Marlene McMillan, a renowned author and speaker.

Two planes dedicated for Mission Aviation Fellowship’s service in Indonesia

NAMPA, Idaho (WordNews.org) March 21, 2012  — Mission Aviation Fellowship has dedicated two new Kodiak planes worth a total of $3.4 million for service in remote
areas of Indonesia.
The planes were donated anonymously.
“I know the excitement the sound of these planes will generate in places with names like Kiwi, Bomela, Langda, and Koropun,” said Dave Rask, MAF’s director of Aviation Resources. “These are places that have never seen a car. Places so remote that the only way to reach them is a long trek through the jungle, or by plane. In these areas, the missionaries, the medicines, books, Bibles … even the nails for the buildings and the aluminum for the roofs are delivered by MAF.”
In 2011, MAF flew 14,735 Indonesian flights, delivering 51,918 passengers and 4,870,818 pounds of cargo.
The planes were blessed at a ceremony attended by 150 people at an aircraft hangaer in Nampa, Idaho.
MAF has been ministering in the isolated areas of Indonesia since the 1950s. MAF has 48 missionary staff members and 102 Indonesian employees serving in Indonesia with 22 planes.
“The needs in Indonesia are so great that MAF’s capacity has never been able to meet all the demands,” said Rask. “The Kodiak is a larger, faster plane that is able to land on most of the small airstrips we use. One pilot can double his output and goods can be delivered for much less. Will these planes change lives? Absolutely!”
Over the next two years, MAF hopes to acquire seven more aircraft to replace aging planes and meet growing demands for service. All seven are earmarked for Africa.

73% of chaplains say prisoners trying to convert fellow inmates, Pew

WASHINGTON, D.C. (WordNews.org) March 22, 2012 – A new study finds that faith is alive and well behind bars.
According to the Pew Research Center’s latest poll, Religion in Prisons: A 50-State Survey of Prison Chaplains, 73 percent of chaplains said it is common — or very common — for inmates to proselytize to other inmates.
The survey also finds that three-quarters of the chaplains surveyed said some inmates do switch faiths. Chaplains reported that those switching faiths included Muslims and Protestant Christians.
Forty-one percent of chaplains surveyed said religious extremism is common or very common in prison, noting extremism is especially common among Muslim inmates and pagan or earth-based religions.
The survey of 730 chaplains was conducted from Sept. 21 to Dec. 23, 2011.  No margin of error was provided.

October Baby hits screens nationwide tomorrow



NASHVILLE  March 22, 2012 – October Baby, the story of a 19-year-old who finds out she was not only adopted, but the survivor of an attempted abortion, debuts nationally tomorrow. She goes on a road trip to find her mother, and finds herself too.
Jon Erwin told WordNews.org that the film was inspired by the story of Gianna Jessen, who also was an abortion survivor, two words he said he’d never heard together before hearing Jessen’s story. [Come back tomorrow for the  first installment of A Word News conversation with Jon Erwin].
This is the first feature film for Erwin and his brother Andy Erwin, who have won numerous awards for documentaries and music videos for such artists as Switchfoot, Casting Crowns, Michael W. Smith and Amy Grant. The two began their career working as camera operators for ESPN when they were in their teens.
Jon Erwin said after making this film, though, there’s no going back to music videos.
The film features newcomer Rachel Hendrix as Hannah, the lead character. John Schneider of the television series Dukes of Hazzard and Smallville plays her father. Shari Rigby of The Bold and the Beautiful, Jasmine Guy, of A Different World, and Chris Sligh of American Idol fame also star in the film.
Dennis Rainey of FamilyLife Today called the film “powerful.”
“I was not prepared for the impact this movie would have on me,” he said. “October Baby is the ‘must watch’ movie for all families in 2012.”
The film is being shown in 390 theaters in 70 communities across the country. It is being marketed and distributed by Provident Films, known for its association with the films Courageous and Fireproof, and Samuel Goldwyn Films, distributor of films such as Fireproof, Amazing Grace and Facing the Giants.
“We’re thrilled to introduce these exciting young filmmakers to audiences nationwide,” said Meyer Gottlieb, president of Samuel Goldwyn Films.
Ten percent of the profits are going to the Every Life is Beautiful Fund, which will distribute the money to frontline organizations helping women who are facing crisis pregnancies.
“We feel like its very important to use October Baby as an opportunity to serve, give back,” Jon Erwin said, “and save lives.”
The film debuts the same night the much-anticipated and hyped The Hunger Games comes out, a story one author says is ultimately about child sacrifice.
To follow October Baby on social media visit @OctoberBabyFilm on Twitter and Facebook.com/OctoberBabyMovie. The film is being Tweeted by by former NFL coach and NFL analyst Tony Dungy and former Vice Presidential candidate Sarah Palin, among others.
At a pre-screening of the film, here’s what some teens had to say:
“I really liked the movie. It was touching. It had real raw emotions,” said Maryanna Krewson of Schenectady, New York, said.
“It had many redemptive qualities,” said Amy Melnik, who attends Grove City College in Pennsylvania.
“I cried the whole movie,” said Amanda Luger of Saratoga County, New York.

Turki Libatkan Iran untuk Akhiri Konflik Suriah

Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu (Foto: The Guardian)
ANKARA - Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan, pihaknya ingin melakukan konsultasi dengan Iran dalam kapasitasnya sebagai sekutu Suriah untuk mengakhiri konflik di negara itu.

"Kami ingin berbicara dengan Iran terkait dengan masalah ini," ujar Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu seperti dikutip Trend, Jumat (23/3/2012).

Terkait dengan masalah ini Davutoglu mengatakan, Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan dijadwalkan akan berkunjung ke Teheran pada Rabu mendatang.

Ahmet Davutoglu menambahkan, Turki ingin membangun sebuah koalisi yang kuat untuk mencari solusi atas konflik Suriah dengan melibatkan Liga Arab dan Uni Eropa didalamnya.

Ditegaskan Davutoglu, Turki tidak memiliki kepercayaan kepada rezim Presiden Bashar al-Assad. Menurut Davutoglu, Presiden Assad tidak serius dalam menangani penyelesaian terkait dengan krisis Suriah.

"Dia membuat janji yang tidak pernah ditepatinya. Dia menjamin kekerasan akan berhenti, namun kita menyaksikan kekerasan masih terus berlanjut di Suriah," imbuhnya.(rhs)

Jumat, 02 Maret 2012

SpeedUp Pad Ice, Android 4.0 “Ice Cream Sandwich” Pertama di Indonesia



SpeedUpPad Ice merupakan Tablet pertama di Indonesia yang menggunakan platform Android 4.0. Android 4,0 “Ice Cream Sandwich” merupakan inovasi terbaru dari platform Android, hadirnya fasilitas Speedy dari Telkom pada produk SpeedUpPad Ice semakin melengkapi fasilitas kemudahan dan banyak memberikan nilai tambah bagi  masyarakat Indonesia melalui penyediaan layanan pita lebar ( broadband ) secara wireless ( wifi ).
 
“Kehidupan para pengguna yang semakin mobile memerlukan akses untuk dapat bekerja dan menikmati koneksi di mana saja. Kehadiran tablet pc yang stylish dan mempunyai niali tambah menjadi salah satu kebutuhan dalam gaya hidup digital saat ini. Hanya dua bulan setelah pengenalan pertama tablet Android 4.0 di dunia , kami senang dapat membawa SpeedUpPad Ice ke konsumen di Indonesia dan memberikan pilihan yang gaya dalam kebutuhan sosialisasi mereka,” disampaikan Taufan Wijaya Sakti sebagai Sales Director MLW Telecom di Jakarta (28/2).

Operation Vice President Public Relations Telkom, Agina Siti Fatimah menjelaskan, pasar untuk konsumen perangkat mobile semakin berkembang pesat di Indonesia. Hal ini didorong pula oleh produk yang semakin terjangkau, pilihan model yang beragam, serta fasilitas jaringan pita lebar yang semakin kompetitif  akan membuat para konsumen mendapatkan berbagai macam pilihan sesuai kebutuhan dan gaya hidup mereka.
Kehadiran perangkat pertama dengan fasilitas tablet Android 4.0 ini akan memanjakan para konsumen untuk merasakan sensasi dan terobosan perangkat dengan kinerja tinggi. Sesuai kebutuhan masyarakat, Telkom dan SpeedUp akan menyediakan paket bundling yang didukung oleh  layanan Internet Cepat Speedy.

Beberapa jenis bundling dengan Speedy yang disediakan antara lain, setiap pembelian tablet SpeedUp Android 4.0 dengan harga normal sudah termasuk berlangganan Speedy paket 512 Kbps selama 3 bulan secara cuma-cuma.

Selain itu bagi pelanggan yang berlangganan Speedy paket 512 Kbps selama 6 bulan dengan menggunakan kartu kredit Mandiri untuk mendapatkan tablet Speedup Android 4.0 cukup membayar Rp 299.000.
Dengan berlangganan Speedy tersebut para konsumen juga dapat menikmati akses hot spot Speedy yang mencakup lebih dari 3.000 lokasi di Indonesia.Taufan menegaskan, dukungan dari Telkom, khususnya melalui layanan Internet Cepat Speedy sangat memungkinkan pihaknya memberikan pengalaman baru dalam dunia digital saat ini.

Warna putih dari SpeedUp Pad Ice menghadirkan rasa elegan dan modis bagi para pengguna, ditunjang pula dengan ukurannya dengan layar monitor 7 inch membuat para pengguna menjadi lebih mudah membawa perangkat digital dalam ukuran saku ( pocket size ) , mempermudah hidup mereka dan membuat mereka tidak ketinggalan terhadap kebutuhan akan gaya hidup para pengguna di dunia sosial melalui perangkat ini.
Layar HD yang tersedia membuat ratusan fitur – fitur yang ada dalam perangkat ini membuat tampilan menjadi lebih nyata, dan interaktif. Hidup menjadi semakin seru pada saat mereka  melakukan browsing, bermain games dan menonton video dengan layar HD Didukung pula dengan kecepatan serta resolusi yang tinggi, dan kemampuan multitasking menjadikan SpeedUp Pad Ice sebagai salah satu pilihan pintar bagi para konsumen.

The “Ultimate SPIDER-MAN – Total Mayhem”  merupakan satu – satunya permainan dengan HD yang tersedia dalam platform Tablet Android 4.0.  Setiap perangkat SpeedUp Pad Ice sudah diinstall dengan game “Ultimate Spiderman” full version secara cuma – cuma. Membuat para pengguna mendapatkan kemudahan serta nilai tambah dengan memiliki perangkat tersebut. Hanya dengan menyalakan perangkat , mereka dapat langsung bermain game the “Ultimate SPIDER-MAN”, permainan yang sudah mulai digemari di dunia saat ini.

Tablet ini mempunyai kemampuan multi-touch screen, dan didukungan kemampuan WiFi 802.11 b/g/n, USB 2.0, serta adanya teknologi microSD (hingga 32GB), dan hadirnya koneksi 3G USB via dongle / modem yang sudah tersedia di setiap perangkat, belum lagi fasilitas grafis 3D melalui Vivante GC860 GPU, tersedianya 1080p untuk perangkat keras (hardware) video decoder dan fasilitas 8 GB flash storage secara internal semakin melengkapi kepintaran SpeedUp Pad Ice.
“Kami sangat senang hubungan yang telah berjalan lama terus berkembang. SpeedUp merupakan salah satu mitra Telkom yang paling inovatif dan terus melakukan terobosan terhadap solusi dan produk-produk yang dibutuhkan konsumen Indonesia,” jelas Agina.

” Produk SpeedUp Pad Ice kami luncurkan lengkap dengan paket internet yang cepat dan terpercaya, hasil kerjasama dengan Telkom Indonesia. Kami harap pengguna dapat dengan mudah menikmati kepintaran SpeedUp Pad Ice dengan koneksi internet yang mumpuni ” tambah Taufan.

Kehadiran Android 4.0 “Ice Cream Sandwich” melalui tablet SpeedUpPad Ice di Indonesia mulai dapat dinikmati pada minggu keempat bulan Februari 2012.

SpeedUp Pad Ice tersedia di gerai retail di 12 kota di Indonesia, antara lain SpeedUp Shop, Telkom Shop (Plasa Telkom), Telkomsel Shop (Grapari dan Gerai Halo), Carrefour, Best Denki, Electronic Solution, dan Electronic City, serta di acara dan Mega Bazaar di tujuh kota. Selain itu consumer dapat memesan secara online di www.mlwtelecom.com/SpeedUpPadIce.

Minggu, 19 Februari 2012

BO Derek Information



Mary Cathleen Collins (born November 20, 1956), better known as Bo Derek, is an American film and television actress, model, and sex symbol, known for her role as Jenny Hanley in the 1979 comedy film 10. However, Derek's feature films were poorly received by the public and critics. These included, Tarzan, the Ape Man (1981), Bolero (1984), and Ghosts Can't Do It (1989). Today she makes occasional film, television or documentary appearances.

Early life

Bo Derek was born Mary Cathleen Collins in Long Beach, California. She is of Irish, French, Dutch and Welsh descent. Her father, Paul Collins, was a Hobie Cat executive, and her mother, Norma Bass, a make-up artist and hairdresser to Ann-Margret. Derek's parents divorced, and her mother married American stunt performer Bobby Bass.
Derek attended Narbonne High School in Harbor City, California. She then attended George S. Patton Continuation School, which is adjacent to Narbonne.


Career

Acting

Her first acting job was a leading role in her husband John Derek's R-rated film, Fantasies, filmed in 1973. It wasn't easy to get a studio to buy the film; it was released to theaters in 1981. Many doubt that Derek appeared in the feature but she did; she was billed as Kathleen Collins.[1] She made her second film, 1977's horror film Orca; which was a spin-off of the 1975 horror film, Jaws. Since Orca was Derek's first appearance on the screen, this film is often been cited as her "film debut".
Bo Derek came to prominence when she co-starred in the 1979 Blake Edwards film 10, in which Dudley Moore's character is torn between love for Julie Andrews's character and fascination with Derek. She received a Golden Globe nomination for new star of the year.
After 10, Derek achieved stardom and sex symbol status. Her cornrow hairstyle has been parodied and re-created. During the late-1970s and early 1980s, Derek was a rival to Farrah Fawcett, who rose to fame as Jill Munroe on the private detective series Charlie's Angels, during its first season (1976-1977). However, by the mid-1980s, Derek had overshawdowed Fawcett, and Fawcett's offers for acting jobs declined, as did Derek's, due to the projects Derek chose. Even so, she remained a sex symbol into the late-1980s.
Some of Derek's subsequent films were not well received by public or critics. Her follow-up to 10 was another supporting role, in A Change of Seasons, in 1980, which starred Shirley MacLaine and Anthony Hopkins. The film was critically panned and a box-office failure.
In the 1981 film Tarzan, the Ape Man, Derek was given her first starring role, as Jane Parker. The producers were sued by the Edgar Rice Burroughs estate over the name of the film, as Derek's role and physique seemed to overshadow the focus on Tarzan. The film was critically panned but a success.
She followed this film with the sexually-charged Bolero, in 1984, about a young woman who tours the world looking for someone to take her virginity. The film was rated X but later released as R. It was five years before Derek appeared on the screen again, in her husband's production of Ghosts Can't Do It, in 1989.
She made the first of many appearances in Playboy, starting with March 1980.
She won a Golden Raspberry Worst Actress Award for Tarzan, the Ape Man (1981), Bolero (1984) and Ghosts Can't Do It (1989), and was nominated in 2000 as Worst Actress of the Century. She appeared as Jamie Kennedy's mother and Ryan O'Neal's wife in Malibu's Most Wanted (2003). Derek was a judge at the Miss Universe 2004 pageant.
In 2006, she had a leading roles in the telenovela drama series, Fashion House. The series ran for 65 episodes, though, Derek appeared in only 40. She also appeared in 7th Heaven, Lucky, and Queens of Swords.

 Political

 Derek, who describes herself as Independent, supported George H. W. Bush in 1988 and 1992 and campaigned for his son George W. Bush in 2000 and 2004, and she appeared at both Republican conventions. However, in a January 2011 interview with the Hollywood Reporter, she said voted for Barack Obama in 2008. Derek has also appeared at events with Republican Congressman David Dreier of Southern California.

When White House Chief of Staff Josh Bolten was asked about his relationship with Derek on the April 30, 2006 edition of Fox News Sunday with Chris Wallace, Bolten said she was a friend and a "strong supporter of the President.

In 2006, Bo Derek was appointed to the Board of Trustees of the John F. Kennedy Center for the Performing Arts by President George W. Bush, on the operations committee.


 

Personal life

Horse owner and activist

A horse lover and riding enthusiast since childhood, she owns Andalusian horses and is a spokesperson for the Animal Welfare Institute's campaign to end horse slaughter through passage of federal and state legislation. On February 5, 2002, she published her autobiography entitled Riding Lessons: Everything That Matters in Life I Learned from Horses (ISBN 0-060-39437-4).
Derek serves on the California Horse Racing Board.


 

Wounded veterans advocate

She is national honorary chairperson for Veterans Affairs' National Rehabilitation Special Events. Derek attended the 17th annual Disabled Veterans Winter Sports Clinic in Snowmass Village, Colorado. In 2003, she received the VA's highest honor from Secretary of Veterans Affairs, Anthony Principi. Derek goes on United Service Organizations (USO) tours. The Special Forces Association named her an honorary Green Beret.
Derek's father, Paul Collins, was a radio operator during the Korean war, and stepfather and her late husband, John Derek, were also veterans.



Relationships

On an audition trail, she met director John Derek, 30 years her senior. John filed for divorce from his wife, actress Linda Evans, and John and Bo moved to Germany to avoid John's being charged with statutory rape under U.S. law due to Bo's being only 16. The couple returned to America soon after Bo's 18th birthday, and they married in 1976. They remained married until his death from heart failure in 1998.
Since 2002, she has been involved with actor John Corbett.

 


Jumat, 10 Februari 2012

Steve Jobs 1991 FBI file released to the public

The FBI has made public a background investigation of Steve Jobs in 1991, when he was being considered by the George H. W. Bush administration for a spot on the President's Export Council.
The council is a group that advices the President on international trade. Current members include the CEOs of such US firms as Boeing, UPS, Verizon, Walt Disney and Xerox.
In 1991, Jobs was the CEO of NeXT, the computer company he founded after being forced out of Apple. Subsequently, Jobs returned to Apple, which he co-founded in 1976, where he remained until his death last October at age 56.

The documents, released by the FBI after the Wall Street Journal filed a Freedom of Information Act request, also detailed an 1985 investigation of a bomb and extortion threat against Apple.
While little revealed in the documents was new, several threads ran through the investigation, including the FBI's focus on Jobs' admitted drug use.
Jobs acknowledged that he had used marijuana, hashish and the psychedelic drug LSD from 1970 through 1974. Several of those interviewed by the FBI also noted his earlier drug use, but said they had no knowledge of drug or alcohol abuse in the years prior to the investigation.

Notoriously difficult leadership style

A California contact said that Jobs had "undergone a change in philosophy by participating in eastern and/or Indian mysticism and religion," a move that "apparently influenced the Appointee's personal life for the better."
Several others commented on Jobs' notoriously difficult leadership style, with many using the word "demanding" to describe him.
"[The] appointee is a demanding individual, expecting a lot of himself and others," said one former Apple employee questioned by the FBI. "An individual dealing with appointee must know what he is talking about and present a strong case or appointee will disregard the discussion and sometimes the individual."
Other common lines of commentary and questioning in the background check ranged from Jobs' initial denial of paternity of a daughter, Lisa Brennan-Jobs, born out of wedlock, to a then-current class-action lawsuit brought by Apple shareholders, who alleged that during Jobs' time at Apple the company had mislead investors about the promise of the Lisa computer, a forerunning to the Macintosh.
Apple later settled that lawsuit, paying $16 million (£10 million) into a fund to be distributed to class-action members who had purchased Apple stock between November 1982 and September 1983.

"Will twist the truth and distort reality"

The FBI fanned out across the country during the investigation, with agents involved from field offices in several states. Jobs' next-door and nearby neighbours were also interviewed.
Most of the people questioned by the FBI gave Jobs glowing recommendations, but some did not.
"Several individuals questioned Mr. Jobs' honesty, stating that Mr. Jobs will twist the truth and distort reality in order to achieve his goals," the FBI reported.
Jobs was famous for what many called his "reality distortion field," a phrase first coined by an Apple developer in 1981 to describe Jobs' ability to convince people that seemingly impossible tasks were, in fact, possible.
Others among the scores interviewed described Jobs as "deceptive," "strong willed," "stubborn" and "driven."
Jobs was never appointed to the advisory committee; the released documents do not specify why. The FBI interviewed Jobs himself on 13 March 1991, at his NeXT office.
The 191 pages released by the FBI can be downloaded from its website.

Movie Talk Macaulay Culkin’s Life Today

What has happened to the adorable child actor from "Home Alone"? Fans were shocked (picture hands on face and mouths wide open) to see a gaunt, scruffy-looking Macaulay Culkin in a photo snapped on the streets of New York recently.
Many of the well over 4,000 comments on the Yahoo! story showed concern for the star's health: One wrote, "Dude needs a hug & a cheeseburger." Others wondered if the look was for a role. One even joked that the former child star looked like he was about to play "Homeless Alone."
See the photo here >>
Culkin shot to fame as an 8-year-old scene stealer in the "Home Alone" movies. At the height of his stardom, the child actor was considered the most successful young star since Shirley Temple.
In fact, the movie is a perennial hit with fans on the Web. Yahoo! lookups for "Home Alone" shot up over the holidays, along with sentimental searches on "macaulay culkin biography," "macaulay culkin news," and "macaulay culkin movies."
As an adult, Culkin hasn't seen his career take off. The actor appeared in movies like "Richie Rich" and then moved into TV appearances on shows like "Will and Grace"; Culkin is also a voice on the Seth Green show "Robot Chicken."
Culkin's last big-screen effort was the well-received 2004 indie comedy "Saved," with Mandy Moore. The star also won praise for his role as a murderous club kid in 2003's "Party Monster." He is rumored to be in the British military action comedy "Service Man," which comes out in 2013.
With his having experienced so much success as a kid, perhaps a bumpy transition is no surprise (See: Lindsay Lohan). The actor grabbed headlines in the past for his childhood friendship with the late Michael Jackson, whom he defended during the singer's trial. Culkin had slept over at the pop icon's home many times, and he called charges against the megastar "absolutely ridiculous."
As a kid, Culkin successfully "divorced" his parents, whom he accused of mismanaging his funds, assigning instead a family accountant to take charge of his fortune until he turned 18. In 1998, he married fellow child star Rachel Miner. The two divorced four years later. In 2004, Culkin was arrested for marijuana possession and for possessing pills for which he had no prescription. He was given a one-year deferred substance sentence on each charge and ordered to pay $540.
A rep for the star assured Entertainment Tonight: "Macaulay Culkin is in perfectly good health." So perhaps the look is to mourn his latest lost love: Last year, the 31-year-old broke off a longtime romance with A-lister Mila Kunis after a reported eight-year relationship. A publicist for the actress released a statement saying, "The split was amicable, and they remain close friends."
Fans will be watching for the New Yorker's next move -- and movie.